Sempat Merasa seperti Obama

Martin Berbagi Cerita dengan Media AS.

KevinBesar

SACRAMENTO – Kunjungan lima hari di Surabaya tampaknya benar-benar meninggalkan kesan mendalam bagi Kevin Martin, bintang klub NBA Sacramento Kings. Pada edisi Jumat lalu (21/8), pemain bergaji Rp 100 miliar semusim itu berbagi kisah lewat Sacramento Bee, koran utama di kota tempat klubnya bernaung. Cerita Martin ini lantas dikutip sejumlah situs basket terkemuka. Termasuk di antaranya ESPN.

Kepada Sam Amick, reporter Sacramento Bee, Martin mengaku merasakan apresiasi baru terhadap hidup. Bahwa kita kadang tidak sadar betapa baiknya hidup kita ini, sampai kita melihat keadaan di tempat lain.

Martin mengaku sangat kagum terhadap kerja keras para pemain SMA DetEksi Basketball League (DBL), yang dia latih selama Indonesia Development Camp (IDC) 2009, 15-18 Agustus lalu. Kekaguman itulah yang membuatnya tergerak untuk mendonasikan USD 15 ribu (sekitar Rp 150 juta) kepada DBL.

“Ketika saya memberikan pidato perpisahan, semua anak-anak itu ada di sana. Dan saya sampaikan ke mereka, bahwa saya selalu bilang kalau kita kerja keras maka kita akan mendapat balasan,” kata Martin kepada Bee. “Anak-anak itu bekerja lebih keras daripada saya selama tiga hari. Saya merasa tidak layak mendapatkan uang tersebut. Saya hanya ingin memberi contoh kepada mereka, karena itu saya mendonasikan uang kembali ke DBL,” lanjut pemain 26 tahun tersebut.

Kepada Bee, Martin juga mengutarakan alasan mengapa dia mengajak sang nenek ke Indonesia. Artikel koran itu menjelaskan, Maxine Martin, 75, nenek Kevin, tak pernah pergi ke luar negeri. Suaminya, Dallas (kakek Kevin), meninggal tahun lalu. Sebelum itu, Maxine harus merawatnya selama 13 tahun, karena selama itu pula Dallas sudah kehilangan kemampuan melihat.
Kevin Martin bilang, dia ingin membahagiakan sang nenek. Karena itu, dia mengajak Maxine ke Surabaya. “Dia selalu membaca tentang hal-hal yang saya lakukan. Tapi, dia tak pernah merasakannya secara langsung,” ungkap Martin.

Dalam artikel tersebut, Martin juga mengaku sempat merasa seperti presiden Amerika Serikat. “Pada suatu saat, saya merasa seperti Presiden Barack Obama. Dan saya tidak membesar-besarkan itu,” ucapnya.

Martin merasakan itu ketika melihat begitu banyak orang menyampaikan pesan-pesan sambutan dan dukungan di sekeliling lapangan basket. “Rasanya gila!” tandasnya.
Secara keseluruhan, Martin mengaku sangat puas dengan kunjungan ke Indonesia ini. “Senang rasanya bisa memberi sesuatu kepada masyarakat dan dunia dengan cara yang baik. Itu membuat kita melihat sisi lain dunia ini, di luar basket,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: