Seri Lampung Ancam Rekor Penonton Papua

bessar

Siapa sangka, Lampung berpeluang menjadi provinsi baru terheboh di rangkaian Honda DBL 2009. Hingga semifinal kemarin (17/3), antusiasme penonton seri Lampung bahkan sudah nyaris mengalahkan antusiasme penonton di seri Papua yang diadakan Januari lalu.

Sebagai seri Honda DBL yang sama-sama diadakan dalam enam hari, jumlah penonton Lampung sudah nyaris membalap rekor Papua. Di Jayapura pertandingan pembukaan hingga final ditonton oleh 17.894 orang penonton. Sementara di Bandarlampung, hingga semifinal kemarin, jumlah penonton sudah mencapai 15.727 orang penonton. Hanya butuh sekitar 2.000 orang penonton untuk bisa membuat Lampung mengalahkan rekor penonton Papua.

Pada semifinal kemarin saja, hampir 4.000 orang penonton bergantian memenuhi GOR Saburai Bandarlampung untuk menyaksikan empat laga. Kapasitas gedung tersebut sekitar 2.500 orang. Suasana pertandingan pun jadi sangat heboh dan menyenangkan.

”Saya kaget dengan DBL. Kompetisi ini internasional banget. Yang saya lihat di DBL sudah mirip dengan yang saya lihat di ESPN. Jadi, mungkin itu juga yang membuat kompetisi ini jadi heboh sekali di Lampung,” ujar Hendra Prasetya Anggi, pelatih tim putri SMA BPK Penabur Bandarlampung.

Anggi juga mengaku berterima kasih karena menurut dia Honda DBL telah menggairahkan dunia basket di Bandarlampung. ”Di kompetisi yang lain, kami kesulitan jadi peserta karena ada syarat lisensi. Padahal, menurut saya, untuk menghidupkan basket, perbanyak dulu partisipasinya. Kalau sudah hidup, nanti-nanti boleh lah ada persyaratan lisensi,” ungkap Anggi. ”Kalau mudah jadi peserta seperti di DBL, kan jadinya bisa heboh dan ramai. Basket bisa ngetop,” tambahnya.

Di semifinal kemarin, Anggi berhasil membawa tim putri sekolahnya melangkah ke babak final setelah menang 61-47 atas SMA Fransiskus Bandarlampung. Kala itu, ribuan pendukung BPK Penabur mendukung tim putrinya bertanding. Bagaimana dengan saat final, Jumat 20 Maret nanti?

”Kami sudah berkoordinasi. Untuk final, kami akan kerahkan seluruh siswa untuk menonton DBL. Bisa masuk final di kompetisi ini benar-benar luar biasa senangnya. Jadi, pihak sekolah juga mendukung untuk bisa meramaikan final,” jawab pelatih yang masih berusia 22 tahun itu.

Pada perebutan gelar champion, BPK Penabur akan menhadapi tim putri SMAN 1 Metro. Sekolah ini pun tidak kalah heboh menyambut final. ”Kepala sekolah dan bagian kesiswaan sudah janji, mereka akan membantu mengerahkan sebanyak mungkin suporter kalau kami masuk final,” ujar Sefti Octaviani, andalan SMAN 1 Metro.

Saat diwawancarai oleh Jawa Pos melalui telepon kemarin, Sefti terdengar sangat antusias. ”Saya nggak pernah merasakan sesenang ini waktu menang basket. Ya, baru di DBL ini bisa begini. Tadi, begitu menang, kita semua langsung sujud, pelukan, menghormat ke penonton, lalu juga lari-lari putar lapangan. Senang sekali. Semoga bisa jadi juara,” harap Sefti.

Di Jogjakarta, kemarin diselenggarakan technical meeting Honda DBL Radar Jogja 2009. Kompetisi tersebut bakal diikuti oleh 34 tim, yang terdiri atas 20 tim putra dan 14 tim putri. Antusiasme para peserta juga sangat luar biasa. Opening Honda DBL Radar Jogja 2009 akan diselenggarakan pada 21 Maret mendatang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: