Pebasket Kawakan dari Twitteronia

Baik hati dan tidak sombong, pecinta gadget open source dan penggandrung Twitter.

66036_shaquille_o_neil_thumb_300_225

Mungkin sudah banyak yang mafhum, bahwa pebasket kawakan Shaquille O’Neal adalah pengguna setia layanan microblogging Twitter.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa raksasa 2,16 meter yang populer dengan julukan ‘Shaq’ itu, ternyata penyuka gadget berplatform open source.

Salah seorang blogger bernama Jesse Bearden, memergoki Shaq dengan ponsel bersistem open source Android pertama, T-Mobile G1.

Awalnya, Jesse meragukan bahwa akun Shaq di Twitter, The Real Shaq, adalah akun asli Shaq.

“Saya pikir The Real Shaq adalah anak kulit putih berusia 14 tahun yang hanya ingin mendapatkan kesenangan dari perhatian publik,” ujar Jesse  dalam blognya.

Bersama kawannya Sean, Bearden hendak membuktikan hal itu. Kebetulan Sean yang telah menjadi pengikut (follower) Shaq di Twitter, baru saja mendapat Tweet (pesan Twitter sepanjang maksimal 140 karakter) dari Shaq, bahwa ia sedang makan di dekat kantor mereka.

Lalu bergegaslah keduanya ke kedai 5 & Diner. Sampai di sana, mereka mendapati pemain tengah Phoenix Suns itu sedang makan sendiri di pojokan.

Karena ragu, Jesse hanya menyapa ‘Hai’, kepada Shaq dan duduk di meja lain. Di meja mereka, Sean dan Jesse masih malu-malu, sambil saling tunjuk untuk menghampiri Shaq terlebih dulu.

Hingga 10 menit lebih, keduanya tak ada yang berani menghampiri meja Shaq, sampai akhirnya Sean kembali mendapat Tweet dari Shaq.

Jesse Bearden dengan Shaq di sebuah kedai

“Saya merasa ada para Twitterrer (pengguna Twitter) di dekat saya. Apa ada twitterrer di 5 n diner bersama saya? Katakan sesuatu,” kata Shaq. Akhirnya Sean dan Jesse baru berani bergabung bersama Shaq di mejanya.

kemudian merekapun meminta ijin untuk foto bersama Shaq. Namun ketika Jesse mengeluarkan ponsel kameranya, Shaq merenggutnya sambil bertanya, “Apa ini, Windows Mobile?”

“Mmm iya,” Jesse menjawab malu. Sejurus kemudian Shaq malah memamerkan ponsel T-Mobile G1-nya kepada Jesse dan Sean.

Setelah Shaq meninggalkan kedai itu, Jesse sempat bertanya kepada pramusaji di tempat itu, makanan apa yang disantap Shaq. Ternyata Shaq hanya menyantap penganan senilai US$20. Tapi Shaq meninggalkan tip sebanyak US$ 160 kepada sang pramusaji.

Dan ketika Jesse dan Sean kembali ke kantor mereka, ternyata Tweet Shaq terakhir, berbunyi, “Kepada seluruh twitterer, bila kalian melihat saya di di depan umum, sapalah saya. Kita tidak sama. Kita semua dari Twitteronia, kita semua terhubung.”

Luar biasa, bukan? Ternyata, selain pebasket ulung, Shaq adalah pengguna open source, yang juga baik hati dan tidak sombong. Terutama kepada para Twitterrer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: