Final Bali Penuh Sesak, Final Makassar Heboh

besardbl-1

Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, kemarin menyelenggarakan final di dua kota sekaligus. Final di Denpasar merupakan puncak kehebohan ajang tersebut di Provinsi Bali. Lebih dari 4.000 penonton bergantian menyesaki GOR Merpati. Kalau di Makassar, sekitar 3.500 penonton hadir di GOR Sudiang.

Bali merupakan salah satu provinsi baru yang dikunjungi  DBL tahun ini. Sejak pembukaan 31 Januari lalu, ribuan penonton selalu berbondong-bondong ke GOR Merpati.

“Kami berterima kasih atas dukungan di Bali. Selama enam hari penyelenggaraan, sekitar 16 ribu penonton menyaksikan Honda DBL Radar Bali 2009. Itu angka yang luar biasa untuk kota baru, hampir menyamai Honda DBL Cenderawasih Pos 2009 di Papua Januari lalu,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Dalam final kemarin, SMAN 1 Denpasar berhasil menyapu gelar putra maupun putri. Tim putrinya mengalahkan SMAN 3 Denpasar 69-22, sedangkan tim putranya menundukkan SMAN 2 Denpasar 39-26.

SMAN 1 Denpasar juga menyapu gelar Honda Most Valuable Player (MVP). Handry Santoso di kategori putra, Maria JR Kezia S di kategori putri.

Sayang, final di Bali kemarin berakhir kurang mengenakkan. Ratusan suporter SMAN 2 meluapkan ketidakpuasan dengan melempar berbagai macam kotoran ke lapangan. Panitia, petugas keamanan, bahkan para pemain dan ofisial SMAN 2 mencoba menenangkan mereka. Tapi tetap saja mereka melempari gumpalan kertas koran, bungkus minuman, papan pesan dukungan, dan lain-lain.

Karena itu, panitia pun memutuskan untuk mencoret SMAN 2 Denpasar dari Honda DBL Radar Bali 2009. Bukan hanya itu, DBL juga menjatuhkan sanksi skorsing bagi SMAN 2 Denpasar hingga akhir 2010.

“Keputusan ini sesuai dengan aturan pasal VII nomor 7, bahwa kalau suporter terbukti membuat keonaran, maka tim yang mereka dukung dikeluarkan dari turnamen. Juga sesuai aturan pasal VII nomor 9, bahwa tim itu juga bisa dikenai sanksi skorsing. Surat keputusan akan kami sampaikan kepada sekolah yang bersangkutan,” jelas Azrul.

Sebagai konsekuensi diskualifikasi, segala pencapaian SMAN 2 Denpasar pun dicoret dari Honda DBL Radar Bali 2009. Dua pemain putra mereka yang sempat diumumkan masuk League DBL First Team pun dibatalkan statusnya, diganti dengan dua pemain dari sekolah lain. Batallah impian kedua pemain SMAN 2 Denpasar itu untuk berlatih bersama pemain NBA di Indonesia Development Camp 2009, Agustus mendatang di Surabaya.

Usai final kemarin, para pemain dan ofisial SMAN 2 Denpasar tertunduk lesu. Mastry Kusuma Putra, manager tim, menerima keputusan panitia ini dengan besar hati. “Ini konsekuensi. Karena sudah aturan kami hanya bisa pasrah. Pelajaran buat kami ke depannya,” katanya.

Karena masalah suporter ini, beberapa peserta dan penonton sempat menanyakan kelanjutan DBL di Bali. “Kami akan kembali. Animo di sini luar biasa. Apa yang terjadi di akhir final ini adalah pelajaran untuk semua. Sebab, ini adalah penyelenggaraan pertama DBL di Bali,” ujar Azrul.

Ketika hadir di awal final kemarin, Wali Kota Denpasar IB Rai Darmajaya Mantra menyampaikan harapan agar kompetisi ini rutin diselenggarakan di Bali. “Saya surprise sekali dengan animo penonton basket di Bali. Mudah-mudahan DBL ini menjadi ajang kebangkitan basket di Bali, sebagai modal pembinaan generasi muda,” kata sang wali kota, yang juga ketua Pengprov Perbasi Bali.

Di antara penonton di GOR Merpati kemarin, hadir pula Candy Cato. Pria 54 tahun itu adalah mantan pemain basket divisi satu di Spanyol, dan pelatih tim basket Spanyol U-14-16. Cato mengaku takjub dengan antusiasme penonton Honda DBL 2009.

“Saya sudah keliling ke berbagai negara untuk basket. Yang antusiasmenya sehebat ini hanya saya lihat di Amerika Serikat,” katanya. “Di negara saya, skill pemain bagus-bagus tapi di tingkat ini (remaja, Red), antusias masyarakatnya tidak seperti ini. Yang ramai hanya kelas profesional. Saya salut dan bangga,” tandas Cato.

Sementara itu, Honda DBL KeKeR 2009 di Makassar berakhir dengan heboh. Sekitar 3.500 penonton kemarin hadir di GOR Sudiang, menyaksikan dua laga final. Tim putri SMA Rajawali Makassar meraih juara setelah mengalahkan SMAN 2 Makassar 81-37. Kemudian, SMA Dian Harapan Makassar merebut gelar putra, mengalahkan SMAN 3 Makassar 85-63.

Secara keseluruhan, penonton di Makassar selama delapan hari pertandingan (30 Januari hingga 7 Februari kemarin) mencapai 12 ribu orang. Namun, angka itu turun bila dibandingkan tahun lalu, 16 ribu orang dalam sembilan hari pertandingan.

Hujan badai yang terus mengguyur Makassar merupakan salah satu kendala. Tapi, kendala lain ternyata adalah kekhawatiran sekolah-sekolah peserta dalam mengirimkan suporternya.

“Tahun lalu, karena banyak keributan suporter, ada lima sekolah yang kami larang untuk tampil tahun ini. Sekolah lain mengaku khawatir juga kena black list, sehingga tidak berani mengirim penonton dalam jumlah banyak. Kalau pun mengirim suporter, sampai ada yang mengikutsertakan satpam sekolah demi keamanan,” terang Puji Agus Santoso, basketball operation manager DBL Indonesia di Makassar.

Azrul menanggapi, Makassar akan menjadi special project bagi DBL. “Tahun lalu, selain banyak keributan, para penonton juga sulit diajak berdiri untuk prosesi Indonesia Raya. Tahun ini, mereka sudah cepat berdiri ikut prosesi, tapi mungkin masih belajar soal bagaimana menjadi suporter yang baik. Anggap saja ini mundur selangkah untuk maju dua langkah. Tahun depan, kami yakin akan tumbuh dahsyat,” paparnya. (fer/jpnn)

Honda DBL Radar Bali 2009

Denpasar, 31 Januari – 7 Februari 2009

Champion

Putra: SMAN 1 Denpasar

Putri: SMAN 1 Denpasar

Honda Most Valuable Player (MVP):

Putra – Handry Santoso (SMAN 1 Denpasar)

Putri – Maria JR Kezia S (SMAN 1 Denpasar)

League DBL First Team Bali:

Putra:

Handry Santoso (SMAN 1 Denpasar)

IGAB Wahyu Pranata (SMAN 1 Denpasar)

Lucky Svardana NG (SMAN 5 Denpasar)

I Gede Adi Guna (SMAN 1 Kuta)*

Novan Sinatra (SMAN 7 Denpasar)*

Catatan: * Menggantikan dua pemain SMAN 2 Denpasar yang dicoret karena timnya kena diskualifikasi.

Coach Putra:

I Gusti Nyoman Hendra (SMAN 5 Denpasar)

Putri:

Maria JR Kezia S (SMAN 1 Denpasar)

Dita Mutia FB (SMAN 1 Denpasar)

Anita (SMAN 1 Denpasar)

Ni Made Lely Andrayani (SMAN 1 Tabanan)

Ni Gusti Ayu Alit Arista (SMA Soverdi Badung)

Coach Putri: I Nyoman Nurjana T. (SMA Soverdi Badung)

Honda DBL KeKeR 2009

Makassar, 30 Januari – 7 Februari 2009

Champion

Putra: SMA Dian Harapan Makassar

Putri: SMA Rajawali Makassar

Honda Most Valuable Player (MVP)

Putra – Patrick Iskandar (SMA Rajawali Makassar)

Putri – Ifriani Tri Wastuti (SMA Kartika Wirabuana 1 Makassar)

League DBL First Team Sulawesi Selatan

Putra:

Patrick Iskandar (SMA Rajawali Makassar)

Youri Salampessy (SMAN 2 Makassar)

Asrowinsyah Rosa Utama (SMAN 2 Makassar)

Hutomo Cendiawan (SMA Dian Harapan Makassar)

Eko Juan Markionase (SMA Dian Harapan Makassar)

Coach Putra: Ikhsan Husain (SMA Kartika Wirabuana 1 Makassar)

Putri:

Ifriani Tri Wastuti (SMA Kartika Wirabuana 1 Makassar)

Vella Vannia Manuputty (SMAN 2 Makassar)

Fili May Limasi (SMA Rajawali Makassar)

Melisa Suwardi (SMA Rajawali Makassar)

Yolanda Mouw (SMA Cenderawasih Makassar)

Coach Putri: Erik Saputra Kusuma (SMAN 2 Makassar)

Satu Balasan ke Final Bali Penuh Sesak, Final Makassar Heboh

  1. firdan mengatakan:

    kami nanti dbl 2010 smadha sinjai pasti juara sulsel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: