Tidak Mau Kalah dari Papua

Semangat Baru DBL Makassar

nurhadi-besar

Heboh pembukaan Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009 di Papua mampu menambah semangat peserta dan penonton di kota-kota lain. Spirit tak mau kalah itu kemarin terasa di Makassar. Saat kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia itu membuka seri Sulawesi Selatan di GOR Sudiang.

Kemarin, meski hujan lebat mengguyur Makassar sejak pagi, lebih dari 2.000 penonton tetap menyaksikan hari pembukaan. Di Sulsel, kompetisi ini diberi sebutan Honda DBL KeKeR 2009. KeKeR adalah halaman anak muda harian Fajar (Jawa Pos Group), penyelenggara ajang ini di Makassar.

“Senang sekali DBL bisa kembali lagi di Makassar. Padahal sempat terdengar ada informasi kalau di Makassar tidak akan ada lagi DBL karena sempat ada keributan,” kata Suhardiman, pelatih SMAN 2 Sinjai. “Kalau dilihat dari antusias penonton, kayaknya even ini akan lebih sukses dibanding Papua. Apalagi DBL adalah even basket yang ditunggu-tunggu,” tambahnya.

Babay, seorang pendukung SMA Rajawali Makassar, ikut senang even ini kembali diselenggarakan.  “Saya pikir penonton bakal kurang karena hujan, tetapi antusias mereka cukup besar. DBL even basket yang paling bergengsi di Makassar, makanya tidak ada sekolah yang mau ketinggalan. Dibanding tahun lalu, DBL kali ini akan lebih sukses lagi. Papua saja bisa, apalagi Makassar. Pasti akan lebih seru,” ujarnya.

Kembalinya Honda DBL 2009 di Makassar memang sempat menjadi bahan pembicaraan khusus penyelenggara. Tahun lalu, peserta mencapai 55 tim dengan total penonton mencapai 16 ribu orang. Itu angka terbesar di luar Jawa. Namun, masalah kedisiplinan peserta dan ketertiban penonton sempat mengganggu.

“Tahun lalu, ada lima diskualifikasi karena tidak disiplin. Itu terbanyak dari semua kota. Di antara kota-kota lain, penontonnya juga paling sulit tertib. Tapi banyak peserta meminta agar kami tetap kembali. Kata mereka, ini bagian dari pembelajaran,” ucap Azrul Ananda, commissioner DBL.

Untuk mengantisipasi terulangnya masalah, panitia pun makin ketat menyeleksi peserta. Sekolah-sekolah yang dianggap tidak disiplin tahun lalu dilarang tampil. Tahun ini, jumlah peserta pun sedikit dikurangi, menjadi hanya 50 tim. Tapi itu masih yang terbanyak di Makassar.

“Kepala sekolah mereka datang ke kantor kami untuk minta diizinkan ikut. Berjanji lebih tertib. Sampai ada pemain yang datang dan menangis-nangis minta diizinkan ikut. Bahkan, ada kepala sekolah yang bilang ingin mengubah nama sekolahnya supaya boleh ikut,” ungkap Muhammad Ilham, ketua panitia Honda DBL KeKeR 2009.

Mereka yang masih bisa ikut pun menyambut gembira kembalinya even ini. “Untung masih ada di Makassar. Soalnya even ini paling ditunggu-tunggu. DBL ini bertaraf internasional. Bukan hanya peraturannya yang ketat, tetapi kemasannya juga beda dengan even lain yang pernah ada di Makassar. Tahun ini, saya yakin DBL akan lebih sukses lagi,” cetus Hadid, pemain SMAN 17 Makassar.

Semangat peserta dan penonton ini kemarin terlihat jelas di GOR Sudiang. Tahun lalu, saat pemutaran Indonesia Raya untuk menandai dimulainya kompetisi, panitia butuh waktu lebih dari sepuluh menit hanya untuk mengajak semua penonton berdiri dan melepas topi. Polisi sampai naik ke tribun meminta penonton berdiri.

Kemarin, begitu diminta berdiri, tidak perlu lagi ada permintaan lanjutan. Semua langsung berdiri. “Kami berterima kasih kepada semua penonton. Ini awal yang sangat baik. Semoga kompetisi ini terus sukses di Makassar,” kata Azrul.
Dalam pertandingan pembuka kemarin, terjadi rematch final putri 2008. Juara bertahan, SMAN 4 Makassar, menghadapi SMA Rajawali Makassar. Kali ini, yang menang SMA Rajawali 42-12.

Honda DBL KeKeR 2009 berlangsung hingga 7 Februari mendatang. Hari ini, giliran seri Bali dimulai di GOR Merpati, Denpasar. Honda DBL Radar Bali 2009 itu diikuti 32 tim, juga akan berlangsung sampai 7 Februari nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: