SMAN 1 Mataram Champion Putra DBL NTB 2009

Januari 27, 2009

FINAL DBL NTB

Kabar yang saya terima dari teman DBL bilang bahwa pertandingannya seru sekali. Penontonnya bejubel. Bahkan kepala sekolah dari tim finalis datang menonton. SMAN 1 Mataram yang adalah juara DBL tahun lalu kembali juara setelah mengalahkan SMAK Kesuma dengan skor yang sangat tipis 55-54. Kutjip Anwar, Kepala Sekolah SMAN 1 Mataram terlihat berseri-seri gembira begitu waktu pertandingan telah selesai.

Bangga gw sebagai alumni dan mantan pemain SMAN 1 Mataram hehee..

Bersiaplah Surabaya, kami dataanng!!

Terima kasih untuk fotonya dan cek cerita lengkapnya di deteksibasketball.com


Phoenix Suns Kembalikan Kredibilitas

Januari 27, 2009

Suns Hawks Basketball

Phoenix Suns meraup kemenangan penting 104-99 atas Atlanta Hawks. Kemenangan di Philips Arena memang dibutuhkan Suns yang harus mengembalikan kredibilitas setelah kalah dalam tiga laga terdahulu.

“Mungkin teman-teman sudah capek kalah. Saya kira kami hanya lebih semangat, ada perjuangan lebih dalam diri kami,” kata Steve Nash, guard Suns  usai pertandingan, seperti dilansir AP, Senin (26/1/2009).

Nash dan Amare Stoudamire memang menjadi pahlawan kemenangan Suns. Kerjasama mereka menjadi kunci kemenangan Suns yang membawa Suns unggul 102-99, 26.2 detik sebelum buzzer akhir laga berbunyi.

Stoudemire yang menjadi top skor dengan 23 poin, akhirnya menyudahi pertandingan melalui dua lemparan bebasnya setelah dia dilanggar Josh Smith di akhir pertandingan.

Nash sendiri bermain luar biasa dengan menyodorkan assists sebanyak 13 dan poin 14. Sementara Smith menjadi pencetak angka terbanyak dari kubu Atlanta dengan torehan 19 poin.


Shaq Gemilang, Suns Permalukan Wizards

Januari 27, 2009

Suns Wizards Basketball

Shaquille O’Neal tampil gemilang saat Phoenix Suns bermain melawan Washington Wizards. Suns pun berhasil mengatasi perlawanan Wizards di Verizon Center, Selasa (27/1/2009).

Kehadiran O’Neal saat melawan Wizards, benar-benar menjadi keuntungan sendiri buat Suns. Dua big men tim tuan rumah Andray Blatche dan pemain rookie JaVale McGee jelas bukan lawan seimbang buat O’Neal.

Meski sempat tertinggal 22-24, namun O?Neal mampu membawa Suns menang 103-87. O’Neal menjadi penyumbang angka terbanyak buat Suns. Mantan center Los Angeles Lakers itu mencetak 29 poin dan delapan rebounds.

Tapi O’Neal tidak bekerja sendirian pada laga ini. Dia mendapatkan bala bantuan dari rekannya Amare Stoudemire yang mengemas 22 poin dan 15 rebounds, Leandro Barbosa 23 poin serta Steve Nash menambahnya dengan 14 poin dan 15 assis.

Sementara itu dari kubu Wizards, Caron Butler menjadi pencetak angka terbanyak dengan mengemas 28 poin. Disusul Antawn Jamison 27 poin dan pemain muda Blatche menambahnya dengan 12 poin.


Pertahanan Heat Bikin Hawks Frustasi

Januari 27, 2009

Hawks Heat Basketball

Miami Heat tampil bertahan saat berjumpa Atlanta Hawks dan taktik itu cukup jitu. Buktinya, pertahanan Dwayne Wade dkk membuat Hawks sangat frustasi dalam laga di Americans Airlines Arena.

Ya, pertahanan Heat membuat penyerangan yang dilakukan Hawks menjadi tumpul. Hasilnya, tim besutan Erik Spoelstra tersebut mampu membuat tim tamu tidak mampu mencetak poin selama 13 menit pada first half sebelum menang 95-79.

Wade kembali menjadi andalan Heat dalam mencetak poin pada pertandingan ini. Dia mampu menghasilkan 35 poin. Disusul Daequan Cook 16 poin dan Mario Chalmers menambahnya dengan 12 poin dan enam assis.

“Mereka memang sempat memberikan perlawanan terhadap kami. Tapi, kami mampu mempertahankan momentum ini,” tegas Wade seperti dikutip Associated Press, Selasa (27/1/2009).

Sementara itu dari kubu lawan, Joe Johnson menjadi penghasil poin terbanyak buat Hawks dengan mengemas 19 poin. Dia dibantu Marvin Williams 17 poin, Josh Smith 14 poin dan 10 rebounds, serta Flip Murray menambahnya dengan 14 poin.

“Seharusnya, pertandingan bermain selama empat kuarter dan kami tidak mampu memainkan permainan pada dua kuarter awal dengan baik,” cetus pelatih Hawks Mike Woodson.

Hasil pernadingan lainnya:
Phoenix 103
Washington 87
Final

Atlanta 79
Miami 95
Final

Houston 98
New York 104
Final

New Jersey 85
Oklahoma City 94
Final

Philadelphia 86
New Orleans 101
Final

Minnesota 90
Milwaukee 83
Final


Garuda Masih Terlalu Kuat Buat Angsapura

Januari 27, 2009

64164_mario_wuysang__kanan__dikawal_pemain_angsapura_gugi_g_maulana_thumb_300_225

Garuda Flexi Bandung rupanya masih terlalu kuat bagi Angsapura Evalube Medan dalam lanjutan Liga Basket Indonesia (IBL). Garuda berhasil mengalahkan Angasapura dengan skor 62-41.

Denny Sumargo menjadi pahlawan pada pertandingan yang digelar di Hall A Senayan, Selasa, 27 Januari 2009 malam ini. Hebatnya, Denny Sumargo juga berhasil mencetak angka tertinggi dipertandingan itu dengan total 17 poin.

Selain Denny, Agustinus Dapar juga mampu tampil gemilang dengan membukukan total 14 poin.

Sedangkan pencetak angka tertinggi di kubu Angsapura dibukukan oleh Suheilman Salim dan Boy Damanik. Masing-masing berhasil menyumbangkan 10 poin.

Kemenangan Garuda ini memang sudah diprediksikan sebelumnya. Terbukti, meski tidak dalam performa terbaiknya, Garuda tetap mampu mengungguli Angsapura.

“Meski menang, tapi anak-anak main jelek dan ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki,” ujar asisten pelatih Garuda, Eddy Suganda seperti dilansir situs resmi Perbasi.

Sementara itu, pelatih Angsapura David Zamar mengatakan para pemainnya sudah bermain maksimal dalam pertandingan melawan Garuda. David mengakui mental para pemainnya masih lemah sehingga tidak mampu mengimbangi Garuda.

“Kekalahan ini karena kesalahan saya dan para pemain sudah bermain maksimal,”tutup Zamar.


Masa Depan Freestyle Bandung is Back Again!

Januari 23, 2009

pouk-li-2007

Lama sekali tidak lihat aksi-aksi anak-anak Masa Depan di Bandung. Tapi sebentar lagi kerinduan itu akan terobati. They’re all coming again. Catat Waktunya guys!

Acara Pekan Olahraga dan Seni “Show Your Guts and Skill”

SMP Kristen 1 Bina Bakti

Jl. Bima No.9 Bandung

Sabtu, 24 Februari 2009. Jam 1 siang di SMPK 1 Bina Bakti Outdoor Court

Featuring :

Nael a.k.a Lazy King, Kiki a.k.a Q – Double, Irvan a.k.a Low Batt’, Riko a.k.a Halleluya, Rifky a.k.a Manual, Roy a.k.a Blender, Vera a.k.a X-Boy, Joel a.k.a Treasure, Ilham a.k.a ‘Lil Miracle.

See u all there guys!


DBL Papua Berakhir dengan Rekor

Januari 23, 2009

dbl-final-papua-2besar

Yohana Mencetak  71 Poin di Jayapura
Berawal dengan heboh, berakhir dengan pemecahan rekor. Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda DetEksi Basketball League (DBL) 2009, kemarin mengakhiri seri Papua. Sekitar 3.000 penonton bergantian memadati GOR Cenderawasih Jayapura, menyaksikan dua pertandingan final.

Dengan jumlah penonton yang terus membeludak, berarti total penonton Honda DBL 2009 di Jayapura menembus angka 17 ribu. Padahal, hanya diselenggarakan enam hari pertandingan, sejak kompetisi ini dimulai 16 Januari lalu.

“Di antara semua kota yang pernah menyelenggarakan DBL, penonton di Papua termasuk yang paling dahsyat. Bahkan, dalam jumlah penonton per hari dan per pertandingan, ini satu-satunya provinsi yang bisa menyaingi Jawa Timur,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Azrul menambahkan, tidak ada yang pernah menyangka Honda DBL 2009 bisa begitu heboh di Papua. “Sekali lagi, ini melebihi segala ekspektasi. Memberi tantangan berat bagi kota-kota penyelenggara yang lain,” ucapnya.

Kehebohan ini pun membuat bangga Jhon Ibo, ketua Perbasi Papua. “Ini kebangkitan basket di Papua,” ujarnya. Dengan kompetisi ini, berarti Papua memang bukan hanya menghasilkan atlet-atlet handal. Tapi juga mampu menyelenggarakan even dengan skala besar.

Baca entri selengkapnya »


John Stockton

Januari 23, 2009

John Houston Stockton (lahir di Spokane, Washington, Amerika Serikat, 26 Maret 1962; umur 46 tahun) adalah mantan pemain NBA. Ia menjalani seluruh karirnya (1984–2003) sebagai point guard untuk Utah Jazz. Stockton dianggap sebagai salah satu point guard terbaik, memegang rekor NBA untuk assist dan steal.

Pra-NBA

Stockton dilahirkan di Spokane, negara bagian Washington, dari pasangan Clementine Frei dan Jack Stockton. Ia bersekolah SMU di Gonzaga Prep, lulus tahun 1980. Ia kemudian bermain bola basket untuk Gonzaga University di kota kelahirannya tersebut dimana ia mampu mencetak poin rata-rata 20,9 per game dari 57% total tembakan yang dibuatnya selama tahun terakhirnya di universitas tersebut. Ia dipilih oleh tim NBA Utah Jazz di gelombang pertama (pilihan ke-16) di NBA Draft tahun 1984.

Karier NBA

Dengan tinggi badan 1,85 meter, Stockton dianggap sebagai salah seorang pemain basket posisi point guard terbaik dalam sejarah NBA. Selama kariernya ia membukukan poin rata-rata 13,1 dan assist rata-rata 10,5 per game. Ia memegang rekor NBA untuk jumlah assist selama karier (15.806) dan steal (3.265). Ia membukukan lima dari enam musim NBA yang terbanyak jumlah assist-nya dalam sejarah NBA (satu musim lainnya dipegang oleh Isiah Thomas). Ia juga memegang rekor NBA untuk jumlah musim dan jumlah pertandingan berturut-turut yang diikutinya dengan hanya bermain untuk satu NBA team. Total jumlah pertandingan yang diikutinya selama kariernya adalah jumlah terbanyak ketiga dalam sejarah NBA di belakang Kareem Abdul-Jabbar dan Robert Parish. Stockton hanya tidak bermain di 22 pertandingan NBA selama kariernya (18 diantaranya dalam satu musim akibat luka lutut kirinya/MCL). Sebagai perbandingan, ia bermain di 34 pertandingan dimana ia membagikan assist 20 atau lebih.

Stockton tampil di 10 pertandingan All-Star (pertandingan antar-pemain NBA terbaik musim tersebut), dan menjadi co-MVP (co-Most Valuable Player/Pemain Terbaik bersama) dengan rekan satu tim-nya, Karl Malone, ketika pertandingan All-Star diadakan di Salt Lake City, Utah. Ia bermain membela tim bola basket Olimpiade Amerika Serikat (AS) pada tahun 1992 dan 1996 yang dikenal sebagai The Dream Team (Tim Impian) I dan II — tim bola basket AS pertama yang bermaterikan pemain-pemain NBA.

Baca entri selengkapnya »


Pelita Jaya Berjaya

Januari 23, 2009

63836_basket_thumb_300_225

Pelita Jaya berhasil merebut kemenangan perdananya di Indonesian Basketball League (IBL) 2009. Menghadapi Citra Satria Jakarta di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2009, Pelita unggul 68-50.

Tuan rumah Citra Satria yang di hari pertama kalah dari Garuda Bandung sempat merepotkan Pelita. Di kuarter 1, Gunawan Sudrajat cs memaksa Pelita berbagi poin 11-11.

Memasuki kuarter 2, Pelita mulai bangkit. Lewat penampilan gemilang Erick Christopher yang mampu menyumbang tujuh poin, Pelita berhasil menutup paruh pertama dengan skor 29-21.

Pada kuarter 3, penampilan Pelita mulai menurun. Pasukan Rastafari Horongbala sering melakukan kesalahan sendiri. Tak hanya itu, koordinasi serangan tim yang dulu bernama Kalila Jakarta itu tidak berjalan sempurna.

Rastafari bahkan harus meneriaki pemainnya untuk tetap fokus pada sistem permainan yang sudah dirancang sebelumnya. Beruntung, Citra Satria juga sering melakukan kesalahan. Akibatnya, Pelita tetap memimpin dengan skor 56-34 sampai kuarter 3.

Di kuarter terakhir, Rastafari memasukkan mantan pemain Aspac Jakarta, Andi Poedjakusuma alias Andi Batam saat pertandingan tersisa enam menit lagi. Sayangnya, penampilan pemain yang akrab disapa Batam itu tidak sebaik
biasanya.

Tak satupun poin yang berhasil dicetak Batam pada kuarter terakhir ini. Percobaan lemparan tiga angkanya pun acap gagal menghasilkan poin.

Sebaliknya, Citra Satria menunjukkan peningkatan dan berhasil unggul 16-12. Sayangnya, capaian ini tak mampu menutupi kekalahan di kuarter-kuarter sebelumnya. Pelita akhirnya menang 68-50.

“Andi sedang tidak dalam peak performanya. Meski sudah lama latihan, dia sepertinya belum padu dengan sistem permainan yang diterapkan,” ujar pemain senior Pelita Jaya, Ali Budimansyah kepada wartawan di kantor PB Perbasi, Senayan, Jakarta, Jumat, 22 Januari 2009.

Sebelumnya, Asisten Pelatih Pelita Jaya, Koko Heru, menyebut secara umum timnya masih butuh perbaikan. Terutama untuk sektor pertahanan dan akurasi tembakan.

“Sistem permakinan sudah berjalan dengan baik. Hanya kita butuh perbaikan untuk pertahanan dan akurasi serangan,” kata Koko.

Sementara itu, kubu Citra Satria Jakarta mengaku timnya bermain jelek hari ini. Itu terlihat dari tingginya persentase turn over selama pertandingan.

“Untuk free throw dan pertahanan juga masih butuh banyak perbaikan,” kata Romi Tanaka, Manajer Citra Satria
Jakarta.


Garuda Bukan Tandingan Citra Satria

Januari 22, 2009

63829_basket1

Garuda Bandung mengawali perjalanannya di pentas Indonesia Basketball League (IBL) 2009 tanpa kesulitan berarti. Menghadapi Citra Satria Jakarta di Hall Basket senayan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2009, Garuda menang telak 94-48.

Unggul materi pemain, Garuda sudah mendominasi jalannya pertandingan sejak kuarter pertama. Denny Sumargo dan I Made  ‘Lolik’  Sudiadnyana tampil gemilang pada pertandingan ini. Keduanya sama-sama menyumbang 14 poin bagi Garuda sekaligus menjadi pencetak skor terbanyak dalam duel ini.

Masuknya pemain-pemain baru seperti I Made ‘Lolik’ Sudiadnyana dan Mario Wuysang membuat kekuatan Garuda semakin dasyat. Buktinya, di kuarter jawara turnamen IBL 2009 itu sudah meninggalkan lawannya dengan skor 14-6.

Garuda semakin tidak terkejar di kuarter ketiga. Pasukan Roul Miguel itu berhasil mencetak 13 poin sedangkan Citra Catria hanya 13 poin. Hasil ini sekaligus menutup paruh pertama dengan kemenangan Garuda, 27-19.

Sadar kekuatan tidak berimbang, Roul kemudian melakukan rotasi di kuarter ketiga. Kelly Purwanto cs masuk menggantikan pemain-pemain starter. Sayang, kesempatan ini tak bisa dimanfaatkan oleh Citra Satria. Tim ibu kota itu kembali ketinggalan 5 poin dari Garuda.

Tertinggal 37-58, Citra Satria mencoba mengejar di kuarter terakhir. Namun Garuda yang sudah menurunkan kembali pemain-pemain starternya terlalu perkasa untuk ditaklukkan. Garuda akhirnya menutup paru kedua dengan skor 94-48.

“Secara kualitas, kami memang masih berada di atas Citra Satria. Namun kami berusaha untuk tidak anggap remeh dan tetap tampil sesuai sistem,” kata Roul Miguel, pelatih Garuda kepada wartawan usai pertandingan.

Meski menang, unggul telak di pertandingan perdana, Roul tidak ingin pemain-pemainnya besar kepala. Mantan pelatih Kalila Jakarta itu berharap penampilan pemain-pemainnya terus meningkat.

“Kita masih berharap dalam waktu dekat ini anak-anak masih bisa adjust (menyesuaikan) dengan sistem baru,” kata pelatih yang akrab disapa Ebos itu.

Pada pertandingan lainnya, dua tim raksasa asal Jakarta berhasil mengungguli lawan-lawannya. Pada pertandingan pertama, juara bertahan Satria Muda Britama sukses menekuk Angsapura Medan 96-44. Sedangkan pada pertandingan terakhir, giliran Aspac Jakarta yang menekuk CLS Knights Surabaya dengan skor tipis 66-61.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.